Total Pageviews

Sunday, 30 October 2011

akustik organologi

A. Akuistik Organologi

Akustik adalah ilmu suara dan berkaitan dengan asal suara baik dalam ruang kosong, atau di pipa dan saluran, atau tertutup/terisolasi. Frekuensi jangkauan pendengaran manusia sekitar 16 Hz sampai sekitar 20 000 Hz.

Organologi mempelajari tentang struktur instrumen musik berdasarkan sumber bunyi, cara memproduksi bunyi dan sistem pelarasan. Organologi mempunyai maksud sebagai gambaran tentang bentuk dan rupa susunan pembagun konstruksi suatu gitar sehingga dapat menghasilkan suara seperti gitar kebanyakan. Organologi dalam istilah musik merupakan “Ilmu alat musik, studi mengenai alat-alat musik.

Organologi muncul sejak abad 16 oleh Sebastian Virdung dalam bukunya yang berjudul Musica Getuscht und Ausgezogen (1511). Martin Agricola dalam bukunya yang berjudul Instrumentalis Deudsch (1929).

read more.

Pada abad 17 oleh Michael Praetorius Syntagma Musicum (1618), Instrumen Musik Renaissance dan Theatrum Instrumentorium (1620) tentang instrumen musik Afrika yang dipublikasikan di Eropa pertama kali. Dan pada abad 20, Curt Sach, Real – Lexicon der Musikinstrumente (1913) dan The History of Musical Instruments (1942), Erich Von Hornbostel The Hornbostel – Sachs, Scheme of Instrument Classification (1914). Organologi mempunyai 2 pendekatan studi yaitu :

1. Studi TEKSTUAL :Pendekatan studi organologi dengan memperlakukan studi sebagai teks. Bahan studinya adalah instrumen itu sendiri dan instumen lainnya yang sama atau sejenis.

2. Studi KONTEKSTUAL : Pendekatan studi organologi yang menghubungkan instrumen obyek studi dengan berbagai hal yang terkait dari lingkungannya (ensambel, genre, musik dan musikal) merembet ke lingkungan yang berhubungan dengan sejarah, budaya, masyarakat, dan lain – lain.

B. ALAT MUSIK BERDASARKAN SUMBUR BUNYINYA SEBAGAI BERIKUT:

Ø Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya. Contoh:kolintang, drum, bongo, kabasa,an, gklung.

Ø Aerofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga. Contoh:suling, trompet, harmonika, trombone.

Ø Kordofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contoh: bass, gitar, biola, sitar,piano, kecapi

Ø Membranofon adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. contoh : tifa,drum,kendang, tam-tam,rebana.

Ø Elektrofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dibangkitkan oleh tenaga listrik (elektronik). Contoh :kibor, gitar listrik, bass listrik

1

C. ALAT MUSIK BERDASARKAN CARA MEMAINKANNYA SEBAGAI BERIKUT:

Alat musik tiup menghasilkan suara sewaktu suatu kolom udara didalamnya digetarkan. Tinggi rendah nada ditentukan oleh frekuensi gelombang yang dihasilkan terkait dengan panjang kolom udara dan bentuk instrumen, sedangkankan timbre dipengaruhi oleh bahan dasar, konstruksi instrumen dan cara menghasilkannya. Contoh alat musik ini adalah terompet dan suling

Alat musik pukul menghasilkan suara sewaktu dipukul atau ditabuh. Alat musik pukul dibagi menjadi dua yakni bernada dan tidak bernada. Bentuk dan bahan bagian-bagian instrumen serta bentuk rongga getar, jika ada, akan menentukan suara yang dihasilkan instrumen. Contohnya adalah kolintang (bernada), drum (tak bernada), dan bongo (tak bernada). Alat musik petik menghasilkan suara ketika senar digetarkan melalui dipetik. Tinggi rendah nada dihasilkan dari panjang pendeknya dawai. Alat musik gesek menghasilkan suara ketika dawai digesek. Seperti alat musik petik, tinggi rendah nada tergantung panjang dan pendek dawai.

Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Akustik sendiri berarti gejala perubahan suara karena sifat pantul benda atau objek pasif dari alam. Akustik ruang sangat berpengaruh dalam reproduksi suara, misalnya dalam gedung rapat akan sangat memengaruhi artikulasi dan kejelasan pembicara.

Akustik ruang banyak dikaitkan dengan dua hal mendasar, yaitu :

1. Perubahan suara karena pemantulan dan

2. Gangguan suara ketembusan suara dari ruang lain.

Dibutuhkan seorang ahli yang berlandaskan teori perhitungan dan pengalaman lapangan untuk mewujudkan sebuah ruang yang ideal, seperti home theatre, ruangan karaoke, raung rekaman , ruang pertemuan dan sejenisnya termasuk ruang tempat ibadah.

Pengukuran jangkah frekuensi dan besarnya, dapat dilakukan dengan bantuan sebuah RTA (Real Time Analyzer) untuk mengetahui dan menentukanfrekuensi pantulan atau ketembusan, sehingga dapat ditentukan jenis material penyerap suara yang digunakan. Akustik ruang Banyak material penyerap yang sangat efektif untuk digunakan, misalnya TraFlex. Mempunyai banyak variant produk yang memungkinkan untuk membuat hasil yang optimal. Tipe TraFlex 10.15, dengan spesifikasi alfa=0,7 pada 300Hz-16KHz, sangat efektif jika digunakan untuk memperjelas.

No comments: